Fadhlurohman, Muhammad Eka Putra (2026) Praktik Jual Beli Followers Di Media Sosial Sosial Tiktok Dalam Perspektif Fikih Muamalah PadaPelaku UMKM (Studi Di Kota Pekalongan). Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
1221100_COVER_BAB I & V.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
1221100_FULL TEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
1221100_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Perkembangan ekonomi digital mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Pekalongan memanfaatkan TikTok sebagai media promosi dan transaksi. Jumlah followers kerap dianggap sebagai tolok ukur popularitas, kredibilitas, dan peluang masuk ke algoritma For You Page (FYP), sehingga sebagian pelaku UMKM membeli followers dari penyedia jasa dengan harga murah dan proses singkat. Praktik ini menimbulkan persoalan fikih muamalah karena followers yang dibeli banyak berasal dari dari akun pasif, bot, atau akun yang dapat hilang sewaktu-waktu. Kondisi ini memunculkan keraguan atas kejelasan objek akad (gharar), dan manfaat nyata dari transaksi tersebut. Berdasarkan latar belakang itu, penelitian ini merumuskan dua masalah: (1) bagaimana mekanisme praktik jual beli followers di media sosial TikTok oleh UMKM Kota Pekalongan, dan (2) bagaimana tinjauan fikih muamalah terhadap praktik tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian penelitian hukum empiris (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pelaku UMKM pembeli followers dan penyedia jasa followers. Data sekunder bersumber dari buku fikih muamalah, jurnal ilmiah, dan dokumen lain yang relevan. Data dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, menggunakan teori jual beli dan konsep gharar dalam fikih muamalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme jual beli followers berlangsung melalui pemesanan, penentuan jenis dan jumlah followers (aktif, pasif/bot, atau permanen), kesepakatan harga dan pembayaran non-tunai, penyerahan username tanpa kata sandi, proses penambahan followers, hingga penyelesaian transaksi. Garansi isi ulang (refill) diberikan bila jumlah followers menurun Ditinjau dari fikih muamalah, praktik ini telah memenuhi rukun orang yang berakad, bentuk akad, dan ijab kabul. Namun pada objek akad ditemukan gharar berupa ketidakjelasan karakteristik followers, ketidaksesuaian jumlah, rendahnya kualitas interaksi, dan ketidakpastian manfaat ekonomi. Followers yang diperoleh secara sah, seperti promosi berbayar resmi atau endorsement, termasuk akad ijarah atau ju'alah yang dibolehkan. Sebaliknya, followers dari akun bot atau click farm mengandung gharar dan tadlis sehingga tergolong akad fasid dan tidak dibolehkan menurut fikih muamalah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Jual Beli Followers, TikTok, Fikih Muamalah, Gharar, UMKM | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4.2 Muamalat, Muamalah 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 343.07 Regulation of Economic Activity/Regulasi Ekonomi, Peraturan Kegiatan Ekonomi, Hukum Industri |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Prodi Hukum Ekonomi Syariah | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur Fasya | ||||||||
| Date Deposited: | 29 Oct 2026 06:39 | ||||||||
| Last Modified: | 29 Oct 2026 06:39 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/20793 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
