Yusuf, Maulana (2026) Tinjauan Hukum Islam terhadap Praktik Top Up Mata Uang Virtual dalam Game Roblox. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
1221103_BAB 1 & BAB 5.pdf Download (945kB) |
|
|
Text
1221103_FULL TEXT_1.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
1221103_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (590kB) |
Abstract
Perkembangan industri game digital telah melahirkan berbagai bentuk transaksi ekonomi berbasis aset virtual, salah satunya adalah praktik top up mata uang virtual Robux dalam game Roblox. Kehadiran penyedia jasa top up pihak ketiga menawarkan harga yang lebih terjangkau dibandingkan pembelian melalui jalur resmi, namun praktik tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kedudukan Robux sebagai objek transaksi dan keabsahan mekanisme transaksinya menurut hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status hukum Robux dalam perspektif hukum Islam serta menganalisis keabsahan praktik top up Robux melalui penyedia jasa pihak ketiga berdasarkan prinsip-prinsip fiqih muamalah. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan penjual dan pembeli Robux, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang diperkuat dengan triangulasi sumber dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Robux lebih tepat dikategorikan sebagai harta (mal) daripada nuqud (uang) karena memiliki nilai ekonomi, dapat dimiliki, dan memberikan manfaat, tetapi tidak diterima secara umum sebagai alat pembayaran dalam masyarakat. Praktik top up Robux melalui penyedia jasa pihak ketiga, khususnya menggunakan sistem Gamepass, pada dasarnya diperbolehkan menurut hukum Islam selama memenuhi rukun dan syarat jual beli, yaitu adanya para pihak yang berakad, objek dan harga yang jelas, kerelaan para pihak, serta penyerahan objek sesuai kesepakatan. Unsur gharar dalam praktik tersebut tidak sampai membatalkan akad karena informasi mengenai harga, jumlah Robux yang diterima, mekanisme transaksi, dan estimasi waktu pengiriman telah disampaikan secara transparan. Sebaliknya, metode Via Login memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi karena mengharuskan pembeli memberikan akses akun kepada penjual sehingga berpotensi menimbulkan penyalahgunaan akun. Oleh karena itu, sistem Gamepass lebih sesuai dengan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan perlindungan hak para pihak dalam hukum Islam.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | hukum Islam, fiqih muamalah, Robux, Roblox, top up, harta digital. | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4.2 Muamalat, Muamalah 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 343.07 Regulation of Economic Activity/Regulasi Ekonomi, Peraturan Kegiatan Ekonomi, Hukum Industri |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Prodi Hukum Ekonomi Syariah | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur Fasya | ||||||||
| Date Deposited: | 30 Oct 2026 03:41 | ||||||||
| Last Modified: | 30 Oct 2026 03:43 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/20806 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
