Haqi, Mihdan Toriqul (2026) Aset Airdrop Cryptocurrency Sebagai Harta Waris Digital Perspektif Hukum Waris Islam. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
10122048_COVER, BAB I & BAB V.pdf Download (941kB) |
|
|
Text
10122048_FULL TEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
10122048_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (536kB) |
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam bidang ekonomi dan kepemilikan harta. Salah satu fenomena yang muncul dalam hadirnya aset digital berbasis blockchain seperti Cryptocurrency, termasuk di dalamnya aset yang diperoleh melalui mekanisme airdrop. Airdrop merupakan distribusi token atau koin kripto secara gratis kepada pengguna sebagai bagian dari strategi promosi atau pengembangan proyek blockchain. Meskipun diperoleh tanpa transaksi jual beli, aset ini memiliki nilai ekonomi dan dapat diperdagangkan, sehingga secara substansi dapat dikategorikan sebagai harta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan dan proses kewarisan aset Airdrop Cryptocurrency perspektif hukum waris islam. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan sifat deskriptif-analitis. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan dua informan yang dipilih secara purposive sampling, yaitu istri pewaris (M) dan ayah pewaris (MFU). Data sekunder berupa literatur, jurnal, peraturan, dan penelitian terdahulu yang relevan. Data dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aset Airdrop Cryptocurrency dapat dikategorikan sebagai harta digital dan al-māl dalam hukum Islam karena memiliki nilai ekonomi, dapat dikuasai melalui wallet atau akun digital, serta dapat dialihkan atau dikonversi menjadi rupiah. Aset tersebut berkedudukan sebagai tirkah apabila pada saat pewaris meninggal masih menjadi miliknya, masih bernilai atau bermanfaat, dan dapat dialihkan kepada ahli waris. Proses kewarisan aset kripto memiliki karakteristik teknis yang tidak ditemukan pada harta konvensional, yaitu bergantung pada pengetahuan keluarga atas keberadaan aset, penguasaan wallet, dan bantuan pihak yang memahami teknologi. Karena itu, kajian kewarisan aset digital tidak cukup berhenti pada penetapan status harta, tetapi harus menilai pelaksanaan peralihan, penerima, dan bagian
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Airdrop Cryptocurrency, waris digital, hukum waris Islam, ijbari, tirkah | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4 Fikih, Fiqih, Fiqh, Hukum Islam 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 346.01 Domestic Relations, Family Law, Marriage/Hukum Keluarga, Hukum Pernikahan |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Prodi Hukum Keluarga Islam | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur Fasya | ||||||||
| Date Deposited: | 30 Oct 2026 07:56 | ||||||||
| Last Modified: | 30 Oct 2026 07:56 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/20836 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
