Tinjauan Fikih Muamalah terhadap Praktik Lelang Sewa Tanah Kas Desa Tanpa Surat Kuasa (Studi Kasus di Desa Tengengkulon Kabupaten Pekalongan).

Octaviani, Tria Amanda (2026) Tinjauan Fikih Muamalah terhadap Praktik Lelang Sewa Tanah Kas Desa Tanpa Surat Kuasa (Studi Kasus di Desa Tengengkulon Kabupaten Pekalongan). Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

[img] Text
1221106_BAB 1 & BAB 5.pdf

Download (1MB)
[img] Text
1221106_FULL TEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
1221106_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (681kB)
Official URL: http://perpustakaan.uingusdur.ac.id/

Abstract

Dalam Islam, sewa-menyewa (Ijarah) merupakan bagian dari muamalah yang diperbolehkan selama memenuhi ketentuan syariat. Salah satu praktiknya adalah lelang sewa tanah kas desa di Desa Tengengkulon, Kabupaten Pekalongan. Namun, dalam pelaksanaannya ditemukan peserta lelang yang mewakili orang lain tanpa surat kuasa tertulis, meskipun Pasal 23 ayat (3) PMK Nomor 213/PMK.06/2020 mengatur kewajiban penyampaian surat kuasa bagi peserta yang bertindak atas nama orang lain. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai keabsahan praktik perwakilan tersebut menurut fikih muamalah, khususnya akad wakalah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik lelang sewa tanah kas desa tanpa surat kuasa di Desa Tengengkulon, Kabupaten Pekalongan, berdasarkan perspektif fikih muamalah. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif analitik. Data diperoleh dari sumber primer melalui wawancara dengan pemerintah desa, panitia, dan peserta lelang, serta sumber sekunder berupa buku, jurnal, dan artikel. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara berkelanjutan. Kesimpulannya, praktik lelang sewa tanah kas desa di Desa Tengengkulon dilakukan melalui pemberian kuasa secara lisan dari Slamet Sutikno kepada Caryono karena pemberi kuasa berhalangan hadir. Berdasarkan perspektif fikih muamalah, praktik tersebut dinilai sah karena memenuhi rukun dan syarat wakalah, yaitu adanya pemberi kuasa (muwakkil), penerima kuasa (wakil), objek kuasa (muwakkal fih), serta ijab dan kabul (sighat). Meskipun tidak menimbulkan sengketa, ketiadaan surat kuasa tertulis dapat mengurangi kepastian pembuktian dan berpotensi menimbulkan perselisihan terkait kewenangan serta tanggung jawab para pihak. Oleh karena itu, surat kuasa tertulis tetap diperlukan untuk memenuhi ketentuan administratif yang berlaku, memperjelas kewenangan, meningkatkan kepastian hukum, dan mencegah sengketa di kemudian hari.

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Supervisor:
ContributionSupervisorNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorHamid, AbdulUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Fikih Muamalah, Surat Kuasa, Lelang, Sewa, Tanah Kas Desa.
Subjects: 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4.2 Muamalat, Muamalah
300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 343.07 Regulation of Economic Activity/Regulasi Ekonomi, Peraturan Kegiatan Ekonomi, Hukum Industri
Divisions: Fakultas Syariah > Prodi Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: UIN Gus Dur Fasya
Date Deposited: 28 Oct 2026 02:34
Last Modified: 28 Oct 2026 02:34
URI: http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/20719

Actions (login required)

View Item View Item