Ardansyah, Dawam (2025) Pandangan Masyarakat Tentang Afiliasi Ke-Nu-An Sebagai Salah Satu Kriteria Kafa’ah (Studi Kasus Di Desa Baleraksa Kec. Karangmoncol Kab. Purbalingga). Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
![]() |
Text
1120086_COVER, BAB I & BAB V.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text
1120086_FULL TEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
![]() |
Text
1120086_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (667kB) |
Abstract
Islam menekankan pentingnya memilih pasangan yang tepat agar rumah tangga tetap harmonis dan langgeng, salah satunya melalui konsep kafa’ah atau kesesuaian. Dalam Islam agama menjadi kriteria utama seperti yang dianjurkan Rosulullah Saw. selain harta, paras, dan keturunanya. Namun di desa Baleraksa memiliki kriteria lain selain agama, kriteria ini didasari norma sosial yang berperan dalam menentukan pemilihan pasangan. Tradisi setempat membatasi pernikahan dengan pasangan di luar Nahdlatul Ulama (NU) dan hanya menerima pernikahan yang memiliki afiliasi ke-NU-an, demi menjaga keselarasan nilai agama dan budaya. Meski bertujuan memperkuat ikatan komunitas dan mencegah konflik, kebijakan ini juga menimbulkan tantangan tersendiri dalam praktiknya. Hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi peneliti berkaitan dengan kafaah konsep kafaah yang terjadi di desa Baleraksa. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan sosiologis. Sumber data berupa primer yang diperoleh dari masyarkata desa Blaeraksa. adapun data sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen penunjang dari literatur yang berhubungan dengan judul penelitian. Teknik analisis data yang menggunakan teknik analisis miles dan huberman Hasil penelitian menyebutkan bahwa Masyarakat Desa Baleraksa memandang afiliasi ke-NU-an sebagai faktor penting dalam memilih pasangan hidup karena dianggap dapat menjaga keharmonisan rumah tangga dan meminimalisir konflik. Kesamaan dalam pemahaman dan praktik ibadah NU dipandang sebagai bentuk kesekufuan yang selaras secara spiritual, memperkuat kestabilan keluarga, serta memudahkan interaksi sosial dalam komunitas. Pernikahan dengan pasangan dari luar NU sering kali dianggap berisiko karena perbedaan dalam praktik keagamaan dan tradisi. Selain itu, kesamaan afiliasi keagamaan juga memperkuat kohesi sosial dan mempertahankan nilai-nilai keislaman yang telah mengakar. Oleh karena itu, banyak keluarga lebih memilih calon menantu dari latar belakang NU guna menjaga kesinambungan nilai-nilai agama dan sosial dalam masyarakat.
Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Supervisor: |
|
||||||||
Uncontrolled Keywords: | Kafaah, Nahdlatul Ulama, keharmonisan | ||||||||
Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4 Fikih, Fiqih, Fiqh, Hukum Islam 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 346.01 Domestic Relations, Family Law, Marriage/Hukum Keluarga, Hukum Pernikahan |
||||||||
Divisions: | Fakultas Syariah > Prodi Hukum Keluarga Islam | ||||||||
Depositing User: | UIN Gus Dur Fasya | ||||||||
Date Deposited: | 22 Mar 2025 04:09 | ||||||||
Last Modified: | 22 Mar 2025 04:09 | ||||||||
URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/12693 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |