Aryani, Yurike Saidah (2025) Pemahaman Maqāṣid Asy-Syarī‘ah dan Persepsi Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Terhadap Childfree Pada Perjanjian Pranikah. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
1121028_Bab I dan Bab V.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
1121028_Full Text.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
1121028_Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (722kB) |
Abstract
Fenomena childfree, yaitu keputusan sadar individu atau pasangan untuk tidak memiliki anak, menjadi salah satu isu kontemporer yang menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat Indonesia yang secara kultural dan religius masih menjunjung tinggi nilai-nilai keluarga konvensional. Dalam konteks hukum Islam, tujuan pernikahan tidak hanya sebagai pemenuhan kebutuhan biologis atau emosional, tetapi juga merupakan sarana untuk menjaga keberlangsungan keturunan (ḥifẓ al-nasl) sebagai bagian dari lima prinsip utama Maqāṣid Asy-Syarī‘ah. Oleh karena itu, keputusan untuk tidak memiliki anak yang dituangkan dalam perjanjian pranikah menjadi sorotan yang perlu dikaji secara kritis dan proporsional dari sudut pandang maqāṣid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam terhadap fenomena childfree dalam perjanjian pranikah, serta bagaimana tingkat pemahaman mereka terhadap Maqāṣid Asy-Syarī‘ah berpengaruh terhadap sikap dan penilaian hukum mereka atas praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif empiris dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi fenomena sosial di lingkungan akademik, wawancara mendalam terhadap mahasiswa Hukum Keluarga Islam semester 6 hingga 10 yang telah mempelajari mata kuliah Ushul Fikih, serta dokumentasi literatur pendukung. Proses analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap childfree sangat dipengaruhi oleh tingkat pemahaman mereka terhadap Maqāṣid Asy-Syarī‘ah. Mahasiswa yang memiliki pemahaman komprehensif terhadap maqāṣid, khususnya tujuan menjaga keturunan (ḥifẓ al-nasl), cenderung menolak praktik childfree karena dianggap bertentangan dengan esensi syariat Islam dalam pernikahan. Sebaliknya, mahasiswa yang memahami maqāṣid dalam konteks yang lebih fleksibel dan kontekstual menyatakan bahwa keputusan childfree dapat dibenarkan selama dilandasi alasan maslahat, tidak menyebabkan kemudaratan, dan dilakukan atas dasar kesepakatan kedua belah pihak. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman terhadap maqāṣid tidak bersifat tunggal, tetapi terbuka terhadap ijtihad dan pemaknaan kontekstual sesuai perkembangan sosial.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Childfree, Hukum Keluarga Islam, Maqāṣid Asy-Syarī‘ah, Perjanjian Pranikah, Persepsi Mahasiswa | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4 Fikih, Fiqih, Fiqh, Hukum Islam 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 346.01 Domestic Relations, Family Law, Marriage/Hukum Keluarga, Hukum Pernikahan |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Prodi Hukum Keluarga Islam | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur Fasya | ||||||||
| Date Deposited: | 16 Mar 2026 04:19 | ||||||||
| Last Modified: | 16 Mar 2026 04:19 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/16492 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
