Hasanah, Hilyah Nadhifatul (2025) Analisis Pertimbangan Hakim Terhadap Perlindungan Hak Anak Dalam Putusan Cerai Gugat (Studi Putusan Nomor 1596/Pdt.G/2021/Pa.Kjn). Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
1121135_Cover_Bab I & Bab V.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
1121135_FullText.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
1121135_LampiranSkripsi.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini membahas tentang perceraian dengan putusan verstek (tanpa kehadiran tergugat) seringkali menimbulkan Putusan perceraian verstek (tanpa kehadiran tergugat) sering kali mengabaikan hak-hak anak jika tidak dituntut secara eksplisit oleh penggugat. Penelitian ini menyoroti masalah tersebut melalui analisis terhadap Putusan Pengadilan Agama Kajen Nomor 1596/Pdt.G/2021/PA.Kjn, di mana hakim memutus cerai namun tidak menetapkan hak asuh dan nafkah anak meskipun terdapat fakta penelantaran. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pertimbangan hakim dan akibat hukum putusan tersebut terhadap perlindungan anak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yuridis normatif yang dianalisis secara kualitatif. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Pisau analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Perlindungan Hukum dari Philipus M. Hadjon yang membagi perlindungan menjadi preventif dan represif, serta prinsip kepentingan terbaik bagi anak sebagaimana diamanatkan dalam UU Perlindungan Anak dan Hukum Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 1596/Pdt.G/2021/PA.Kjn lebih menekankan pada pemenuhan aspek formil perceraian dan keterikatan pada asas ultra petita partium, sehingga hakim memilih untuk tidak menggunakan kewenangan ex officio dalam menetapkan hak asuh dan nafkah anak, meskipun fakta persidangan menunjukkan adanya penelantaran ekonomi dan kekerasan fisik oleh Tergugat. (2) Akibat hukum dari putusan tersebut adalah belum optimalnya perlindungan hukum terhadap anak, yang ditandai dengan tidak adanya kepastian hukum mengenai status pengasuhan serta tidak adanya kekuatan eksekutorial terkait pemenuhan nafkah anak, sehingga kepentingan terbaik anak (the best interest of the child) belum terakomodasi secara maksimal.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Cerai, Ex Officio, Perlindungan Hak Anak, The Best Interest of the Child. | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4 Fikih, Fiqih, Fiqh, Hukum Islam 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 346.01 Domestic Relations, Family Law, Marriage/Hukum Keluarga, Hukum Pernikahan |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Prodi Hukum Keluarga Islam | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur Fasya | ||||||||
| Date Deposited: | 09 Jan 2026 04:02 | ||||||||
| Last Modified: | 09 Jan 2026 04:02 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/17502 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
