Azmi, Muhammad Faza (2026) Keabsahan Akad Jual Beli Online Menggunakan Foto Produk Berbasis Deepfake. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
10222042_Cover_Bab I dan Bab V.pdf Download (556kB) |
|
|
Text
10222042_Full Text (1).pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
18 LAMPIRAN(2).pdf Restricted to Repository staff only Download (51kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), khususnya penggunaan teknik deepfake dalam pembuatan foto produk di platform e-commerce. Fenomena ini menciptakan representasi visual yang sangat sempurna namun sering kali tidak sesuai dengan realitas fisik barang, sehingga berpotensi merugikan konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik perbedaan antara kreativitas pemasaran dengan manipulasi visual deepfake, serta meninjau keabsahan akad jual beli tersebut dalam perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan observasi terhadap praktik visualisasi produk di platform digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manipulasi produk berbasis deepfake memiliki tingkat rekayasa yang sangat tinggi, di mana dalam banyak kasus ditemukan pola manipulasi visual yang mencapai 99% dalam meniru atribut produk asli namun gagal menghadirkan kualitas yang sebenarnya. Perbedaan mencolok ditemukan pada aspek warna (80%) dan tekstur (65%) yang tidak sesuai dengan foto. Dalam perspektif Hukum Ekonomi Syariah, praktik penggunaan foto produk berbasis deepfake yang menipu dikategorikan sebagai tindakan tadlis (penipuan) dan mengandung unsur gharar (ketidakjelasan). Hal ini dikarenakan adanya kesenjangan informasi yang masif antara apa yang ditampilkan secara digital dengan fakta barang yang diterima pembeli. Berdasarkan prinsip an-taradin (kerelaan kedua belah pihak), akad jual beli tersebut dinyatakan fasid (rusak) karena keridaan konsumen cacat akibat informasi palsu. Penelitian ini menyarankan perlunya regulasi yang lebih ketat terkait penggunaan konten sintetis AI dalam perdagangan online dan penguatan hak khiyar bagi konsumen untuk menjamin keadilan dalam bermuamalah secara digital.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | jual beli online, foto produk, deepfake, keabsahan akad, hukum ekonomi syariah. | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4.2 Muamalat, Muamalah 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 343.07 Regulation of Economic Activity/Regulasi Ekonomi, Peraturan Kegiatan Ekonomi, Hukum Industri |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Prodi Hukum Ekonomi Syariah | ||||||||
| Depositing User: | Akhiroh Ghufron | ||||||||
| Date Deposited: | 13 Mar 2026 03:14 | ||||||||
| Last Modified: | 16 Mar 2026 03:30 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/18020 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
