'Ulya, M. Marshal (2026) Perjanjian Sewa Menyewa Lahan Kebun Durian Berbasis Kepercayaan (Studi Masyarakat Muslim di Desa Lemahabang). Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
10222070_Bab I dan Bab V.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
10222070_Full Text.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
|
|
Text
10222070_Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (547kB) |
Abstract
Praktik sewa menyewa lahan kebun durian di Desa Lemahabang yang dilakukan secara lisan dan hanya didasarkan pada kepercayaan tanpa adanya perjanjian tertulis serta tanpa kejelasan jangka waktu sewa. Dalam hukum ekonomi syariah, kejelasan jangka waktu merupakan salah satu syarat ijarah untuk menghindari unsur ketidakpastian (gharar) dan melindungi hak para pihak yang berakad. Namun, dalam praktiknya, sewa menyewa tersebut dapat berlangsung selama bertahun-tahun tanpa adanya ketentuan waktu yang pasti. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis alasan masyarakat Desa Lemahabang melakukan praktik sewa menyewa lahan kebun durian yang berbasis kepercayaan serta menganalisis praktik tersebut dalam perspektif hukum ekonomi syariah. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi di Desa Lemahabang, dengan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Data sekunder diperoleh dari bahan hukum primer berupa Fatwa DSN No.112/DSN-MUI/IX/2017 dan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah, serta dari bahan hukum sekunder berupa buku fikih muamalah, ushul fiqh, dan kitab al-Qur'an. Data dianalisis secara deskriptif analitis dengan logika penalaran induktif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa praktik sewa lahan kebun durian berbasis kepercayaan di Desa Lemahabang terjadi karena beberapa faktor, yaitu adanya rasa saling percaya antar pihak, kedekatan sosial antarwarga desa, serta kebiasaan masyarakat yang telah berlangsung sejak lama dalam melakukan kesepakatan sewa menyewa secara sederhana tanpa perjanjian tertulis. Selain itu, karakteristik tanaman durian yang membutuhkan waktu lama untuk berbuah juga menjadi pertimbangan sehingga para pihak tidak menetapkan jangka waktu sewa secara pasti. Praktik tersebut membawa manfaat bagi kedua belah pihak dan jarang menimbulkan konflik sehingga dalam perspektif ‘urf dapat dipahami sebagai ‘urf shahih. Namun, jika ditinjau melalui akad ijarah, praktik tersebut tidak sesuai dengan rukun dan syarat ijarah karena tidak adanya penentuan jangka waktu sewa sejak awal akad, padahal kejelasan waktu merupakan salah satu syarat akad ijarah karena yang dipindahkan adalah manfaat barang dalam waktu tertentu.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Perjanjian, kepercayaan,‘urf, ijarah. | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4.2 Muamalat, Muamalah 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 343.07 Regulation of Economic Activity/Regulasi Ekonomi, Peraturan Kegiatan Ekonomi, Hukum Industri |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Prodi Hukum Ekonomi Syariah | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur Fasya | ||||||||
| Date Deposited: | 06 Apr 2026 01:03 | ||||||||
| Last Modified: | 06 Apr 2026 01:03 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/18180 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
