Larasati, Sugmalia (2026) Makna Qiwāmah Pada Q.S. An-Nisa' (4): 34 Perspektif Asma Barlas. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
30122045_Cover_Bab I dan Bab V.pdf Download (613kB) |
|
|
Text
30122045_Full Text.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
18 LAMPIRAN(2).pdf Restricted to Repository staff only Download (124kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan penafsiran terhadap konsep qiwāmah dalam Q.S. An-Nisā’ [4]:34 yang sering dipahami sebagai legitimasi kepemimpinan laki-laki atas perempuan. Dalam tradisi tafsir klasik, konsep tersebut cenderung dimaknai secara normatif dan hierarkis, sehingga menempatkan laki-laki sebagai pihak superior dalam relasi keluarga. Namun, perkembangan pemikiran tafsir modern dan kontemporer menunjukkan adanya pergeseran pemaknaan yang lebih menekankan aspek tanggung jawab dan keadilan. Oleh karena itu, kajian ini penting untuk menelaah kembali makna qiwāmah melalui perspektif hermeneutika Asma Barlas. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif tentang bagaimana makna qiwāmah dalam Q.S. An-Nisā’ [4]:34 dipahami dalam tradisi tafsir serta bagaimana Asma Barlas memaknainya melalui pendekatan hermeneutika. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi pergeseran paradigma penafsiran dari klasik hingga kontemporer. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi pemaknaan tersebut terhadap relasi laki-laki dan perempuan dalam Islam. Metode Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Data diperoleh dari sumber primer berupa karya Asma Barlas serta sumber sekunder dari kitab tafsir klasik, modern, dan literatur terkait. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif- analitis dengan pendekatan hermeneutika, khususnya melalui prinsip tauhid, pembedaan antara wahyu dan tafsir, serta pembacaan intra-Qur’ani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan qiwāmah mengalami pergeseran dari konsep otoritas hierarkis menuju tanggung jawab yang bersifat kontekstual. Asma Barlas menolak adanya superioritas ontologis laki-laki dan memaknai qiwāmah sebagai tanggung jawab sosial-ekonomi dalam keluarga, bukan sebagai legitimasi dominasi. Pemaknaan ini didasarkan pada prinsip tauhid yang menegaskan kesetaraan manusia di hadapan Tuhan serta pembedaan antara wahyu dan tafsir yang memungkinkan adanya kritik terhadap penafsiran patriarkal. Selain itu, pendekatan pembacaan intra-Qur’ani menunjukkan bahwa relasi laki-laki dan perempuan dibangun atas dasar keadilan, kasih sayang, dan tanggung jawab timbal balik. Implikasi dari pemaknaan ini adalah terbentuknya relasi suami-istri yang lebih egaliter, berbasis kemitraan, serta membuka ruang distribusi peran yang lebih fleksibel sesuai konteks sosial. Dengan demikian, qiwāmah tidak lagi dipahami sebagai bentuk superioritas permanen, melainkan sebagai konsep yang dinamis, kontekstual, dan selaras dengan prinsip keadilan gender dalam Al-Qur’an.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Qiwāmah, Hermeneutika, Tafsir Gender, Kesetaraan, Relasi Suami-Istri. | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X2.1 Ilmu Hadits | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Prodi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur FUAD | ||||||||
| Date Deposited: | 06 Apr 2026 07:38 | ||||||||
| Last Modified: | 06 Apr 2026 07:38 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/18333 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
