Sakinah, Inayatus (2026) Perceraian Pasangan Yang Baru Menikah (Studi Kasus Di Desa Babalan Kidul Bojong). Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
1121064_Cover_Bab I dan Bab V.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
1121064_Full Text.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
1121064_Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (551kB) |
Abstract
Perceraian pasangan yang baru menikah semakin sering terjadi, termasuk di Desa Babalan Kidul Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan. Banyak pasangan muda yang tidak mampu mempertahankan pernikahan dalam waktu singkat karena berbagai persoalan yang muncul setelah menikah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka perceraian pada usia perkawinan di bawah lima tahun yang menunjukkan lemahnya ketahanan keluarga muda. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang melatarbelakangi perceraian pasangan yang baru menikah serta memahami budaya hukum masyarakat dalam memaknai tujuan perkawinan. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian hukum keluarga Islam, sedangkan secara praktis hasilnya diharapkan menjadi masukan bagi masyarakat dan lembaga terkait dalam upaya pencegahan perceraian di usia perkawinan muda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris dan studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pasangan yang telah bercerai, tokoh agama, dan perangkat desa. Data sekunder diperoleh dari literatur, peraturan perundang-undangan, dan hasil penelitian terdahulu. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pendekatan ini dipilih untuk memahami fenomena perceraian tidak hanya dari sisi hukum tertulis, tetapi juga dari aspek sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab perceraian pasangan yang baru menikah di Desa Babalan Kidul adalah masalah ekonomi, kurangnya komunikasi, ketidaksiapan mental dan emosional, campur tangan keluarga, serta perselingkuhan. Selain itu, rendahnya tingkat pendidikan dan minimnya pemahaman terhadap tanggung jawab pernikahan juga memperburuk keharmonisan rumah tangga. Fenomena ini menggambarkan bahwa budaya hukum masyarakat masih lemah, di mana perceraian sering dianggap sebagai solusi cepat tanpa melalui proses mediasi keluarga maupun lembaga seperti BP4. Oleh karena itu, diperlukan penguatan bimbingan pranikah, penyuluhan hukum keluarga, serta revitalisasi peran lembaga keagamaan dan sosial dalam membina ketahanan keluarga muda di tingkat desa.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Perceraian, pasangan muda, budaya hukum, Babalan Kidul, faktor sosial. | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4 Fikih, Fiqih, Fiqh, Hukum Islam 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 346.01 Domestic Relations, Family Law, Marriage/Hukum Keluarga, Hukum Pernikahan |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Prodi Hukum Keluarga Islam | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur Fasya | ||||||||
| Date Deposited: | 06 Apr 2026 08:54 | ||||||||
| Last Modified: | 06 Apr 2026 08:54 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/18334 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
