Faiqoh, Lula Lukluk (2026) Diskursus Tafsir Ayat Jilbab Di Media Sosial Tiktok Telaah Akun "Deddy Corbuzier". Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
3120048_COVER_BAB I & V.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
3120048_FULL TEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
3120048_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk membahasan ayat-ayat jilbab di media sosial yang seringkali menimbulkan perbedaan pendapat hal ini menunjukkan adanya kompleksitas dalam hubungan antara otoritas keagamaan dan proses interpretasi ajaran Islam. Di era digital, pemaknaan terhadap ayat-ayat Al-Qur‟an tidak lagi hanya bersumber dari ulama tetapi juga dipengaruhi oleh figur publik dan interaksi antar pengguna media sosial. Hal ini menjadikan tafsir ayat jilbab mengalami dinamika yang cukup beragam. Fenomena tersebut membuka peluang untuk memahami bagaimana masyarakat menafsirkan yang lebih terbuka dan partisipatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui kajian terhadap berbagai literatur dan platform media sosial yang relevan dengan objek penelitian. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan metode deskriptif- analitis untuk mengungkap secara sistematis. Dalam penelitian ini mencakup rumusan masalah yang di bahas yaitu 1. Bagaimana ayat-ayat al-Qur‟an tentang jilbab dalam QS. An-Nuur:31 dan QS. Al-Ahzab :59) dalam diskrusus media sosial? 2. Bagaimana respon audiens (netizen) terhadap konten tentang hijab pada akun Deddy Corbuzier di media sosial? Hasil penelitian menunjukkan bahwa Surah An-Nur ayat 31 menekankan pentingnya pengendalian diri serta kewaspadaan terhadap pengaruh negatif yang berpotensi merusak moral manusia. Sementara itu, Surah Al-Ahzab ayat 59 memberikan pedoman mengenai etika berpakaian sebagai upaya menjaga kehormatan dan identitas perempuan muslim dalam kehidupan sosial. Berdasarkan hasil tersebut, menunjukkan keterkaitan yang saling melengkapi dalam membangun keseimbangan antara aspek batin dan lahir. Dengan demikian, ajaran mengenai jilbab tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga memiliki nilai aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa respon audiens di ruang digital memperlihatkan bahwa pemaknaan ayat ayat tersebut tidak lagi bersifat tunggal. Audiens berperan aktif dalam menafsirkan teks dengan berbagai pendekatan mulai dari menerima menyesuaikan hingga mengkritisi. Perbedaan ini dipengaruhi oleh pengalaman pribadi kondisi sosial serta cara penyampaian di media digital. Kehadiran platform seperti media sosial menjadikan ayat ayat Al Qur‟an tidak hanya dipahami secara tekstual tetapi juga melalui interaksi yang dinamis.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Ayat Jilbab, Media Sosial, Dedi Corbuzier | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X1.3 Tafsir Al-Qur'an 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X1.31 Ilmu Tafsir |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Prodi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur FUAD | ||||||||
| Date Deposited: | 10 Apr 2026 07:01 | ||||||||
| Last Modified: | 10 Apr 2026 07:01 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/18415 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
