Hikam, Ahmad Alvin (2026) Pandangan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kabupaten Batang tentang Perempuan live streaming di masa iddah Prespektif Hukum Islam. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
1121132_COVER, BAB I & BAB V.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
1121132_FULL TEXT.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
1121132_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (978kB) |
Abstract
Fenomena perempuan yang melakukan live streaming pada masa ‘iddah menjadi isu kontemporer yang memunculkan perdebatan dalam perspektif hukum Islam. Perkembangan media digital telah mendorong perubahan pola aktivitas perempuan ke ruang publik digital, termasuk dalam kondisi yang secara normatif memiliki batasan tertentu seperti masa ‘iddah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah di Kabupaten Batang terhadap praktik perempuan yang melakukan live streaming selama masa ‘iddah, serta meninjau pandangan tersebut dalam perspektif hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada informan yang terdiri dari perempuan pelaku live streaming selama masa ‘iddah serta tokoh NU dan Muhammadiyah di Kabupaten Batang. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling agar data yang diperoleh relevan dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pandangan di antara tokoh NU dan Muhammadiyah. Sebagian tokoh memandang bahwa live streaming diperbolehkan secara terbatas apabila terdapat kebutuhan mendesak seperti mencari nafkah, dengan tetap memperhatikan batasan syariat. Sementara itu, sebagian lainnya cenderung melarang karena dinilai berpotensi menimbulkan fitnah dan bertentangan dengan tujuan ‘iddah. Dalam perspektif hukum Islam, praktik live streaming dikategorikan sebagai persoalan ijtihadiyah yang bersifat kontekstual. Berdasarkan analisis konsep ‘iddah dan maqashid syariah, aktivitas tersebut dapat diperbolehkan apabila termasuk dalam kategori kebutuhan (hajat) atau darurat (dharurat), serta tidak menimbulkan mafsadat seperti pelanggaran norma dan hilangnya kehormatan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa hukum live streaming bagi perempuan dalam masa ‘iddah tidak bersifat mutlak, melainkan bergantung pada tujuan, kondisi, serta kemampuan menjaga batasan syariat. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang kontekstual serta kesadaran individu dalam menjaga kehormatan dan nilai-nilai Islam di tengah perkembangan ruang publik digital. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi kajian hukum Islam kontemporer serta membuka ruang penelitian lanjutan terkait fenomena digital dalam perspektif syariat. Kata Kunci: Iddah, Live Streaming, Pandangan Tokoh Agama, maqashid syariah, Hukum Islam.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Iddah, Live Streaming, Pandangan Tokoh Agama, maqashid syariah, Hukum Islam. | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X0.3 Islam dan Ilmu Sosial 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4 Fikih, Fiqih, Fiqh, Hukum Islam |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Prodi Hukum Keluarga Islam | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur Fasya | ||||||||
| Date Deposited: | 10 Apr 2026 07:13 | ||||||||
| Last Modified: | 10 Apr 2026 07:13 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/18418 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
