Arzeti, Indy Laras (2026) Upaya KUA dalam Memediasi Putusan Pengadilan Agama tentang Wali Adhal Perspektif Maslahah Mursalah (Studi di KUA Kecamatan Sragi). Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
10122017_Cover_Bab I dan Bab V.pdf Download (648kB) |
|
|
Text
10122017_Full Text.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
18 LAMPIRAN(2).pdf Restricted to Repository staff only Download (218kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya praktik mediasi yang dilakukan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sragi setelah adanya putusan Pengadilan Agama mengenai wali adhal. Secara normatif, setelah pengadilan menetapkan wali hakim, proses pernikahan seharusnya dapat langsung dilaksanakan. Namun dalam praktiknya, KUA masih melakukan upaya mediasi dengan mempertemukan pihak calon mempelai perempuan, wali nasab, dan calon mempelai laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan diajukannya permohonan wali adhal di KUA Kecamatan Sragi serta menganalisis upaya mediasi yang dilakukan KUA dalam perspektif maslahah mursalah. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris dengan pendekatan konseptual (conceptual approach), pendekatan perundang-undangan (statute approach), dan pendekatan kasus (case approach). Data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab terjadinya wali adhal antara lain ketidaksetujuan wali terhadap pilihan pasangan anak, faktor hubungan keluarga, serta perbedaan pandangan mengenai kelayakan calon suami. Adapun upaya yang dilakukan KUA Kecamatan Sragi setelah adanya putusan Pengadilan Agama adalah melakukan mediasi dengan pendekatan persuasif dan kekeluargaan guna mencapai kesepakatan anatara para pihak. Dari perspektif maslahah mursalah, tindakan mediasi tersebut dapat dipandang sebagai upaya sebagai upaya yang mendatangkan kemaslahatan karena bertujuan menjaga keharmonisan keluarga, mencegah konflik berkepanjangan, serta tetap melindungi hak calon mempelai perempuan untuk melangsungkan pernikahan sesuai dengan ketentuan syariat dan hukum yang berlaku. Kata Kunci : Wali Adhal, Mediasi, KUA, Maslahah Mursalah. ABSTRACT Indy Laras Arzeti. 2026. Efforts of the Religious Affairs Office (KUA) in Mediating Religious Court Decisions on Guardians (Wali Adhal): A Maslahah Mursalah Perspective (A Study at the KUA in Sragi District). Thesis, Faculty of Sharia, Islamic Family Law Study Program, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Supervisor: Teti Hadiati, M.H.I. This research is motivated by the mediation practices conducted by the Sragi District Office of Religious Affairs (KUA) following a Religious Court decision regarding guardians (wali adhal). Normatively, after the court determines a guardian (wali adhal), the marriage process should be carried out immediately. However, in practice, the KUA still conducts mediation efforts by bringing together the prospective bride, the lineal guardian (wali nasab), and the prospective groom. This study aims to determine the factors that lead to the submission of requests for guardians (wali adhal) at the KUA in Sragi District and to analyze the mediation efforts undertaken by the KUA from a maslahah mursalah perspective. This research is an empirical juridical research with a conceptual approach, a statute approach, and a case approach. Data were obtained through interviews, documentation, and literature review. Data were then analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that factors contributing to the emergence of wali adhal include the guardian's disapproval of the child's choice of partner, family relationship factors, and differing opinions regarding the suitability of the prospective husband. The efforts undertaken by the Sragi District Office of Religious Affairs (KUA) following the Religious Court's decision included mediation using a persuasive and familial approach to reach an agreement between the parties. From a maslahah mursalah perspective, this mediation can be viewed as beneficial because it aims to maintain family harmony, prevent prolonged conflict, and protect the prospective bride's right to marry in accordance with sharia and applicable law. Keywords: Wali Adhal, Mediation, KUA, Maslahah Mursalah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Wali Adhal, Mediasi, KUA, Maslahah Mursalah. | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4.2 Muamalat, Muamalah 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 343.07 Regulation of Economic Activity/Regulasi Ekonomi, Peraturan Kegiatan Ekonomi, Hukum Industri |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Prodi Hukum Ekonomi Syariah | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur Fasya | ||||||||
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 08:27 | ||||||||
| Last Modified: | 15 Jun 2026 08:27 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/18615 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
