Firmansyah, Wahyu Arya (2026) Implementasi Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2022 Tentang Mediasi Perkara Perceraian Secara Elektronik Di Pengadilan Agama Batang. Undergraduate Thesis thesis, UIN. K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
10122042_Cover_Bab I & Bab V.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
10122042_FullText.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
|
|
Text
10122042_LampiranSkripsi.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi sistem peradilan di Indonesia menuju peradilan berbasis elektronik (e-court), termasuk dalam pelaksanaan mediasi secara elektronik sebagaimana diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2022. Regulasi ini menjadi dasar hukum pelaksanaan mediasi melalui sarana komunikasi audio visual jarak jauh guna mendukung asas peradilan sederhana, cepat, dan biaya ringan. Di Pengadilan Agama Batang, mediasi elektronik mulai diterapkan pada tahun 2024 dengan memanfaatkan platform digital seperti Zoom dan WhatsApp. Namun, implementasi mediasi elektronik dalam perkara perceraian masih menghadapi berbagai kendala, baik dari aspek teknis maupun kesiapan para pihak. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan sosiologi hukum dan kasus perkara mediasi elektronik. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan hakim mediator, mediator non hakim, serta petugas teknologi informasi di Pengadilan Agama Batang. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edwards III yang meliputi aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan mediasi elektronik dalam perkara perceraian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi mediasi elektronik di Pengadilan Agama Batang telah berjalan sesuai dengan ketentuan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2022, namun pelaksanaannya masih belum optimal. Dari aspek komunikasi, sosialisasi internal telah berjalan cukup baik, tetapi pemahaman masyarakat mengenai mediasi elektronik masih terbatas. Dari aspek sumber daya, terdapat kendala berupa jaringan internet yang kurang stabil, keterbatasan sarana teknologi, dan rendahnya literasi digital para pihak. Selain itu, dari aspek disposisi dan struktur birokrasi, para mediator telah menunjukkan komitmen yang baik dalam melaksanakan mediasi elektronik meskipun koordinasi teknis masih perlu ditingkatkan. Selama periode 2024-2025, terdapat 6 perkara perceraian yang dimediasi secara elektronik di Pengadilan Agama Batang dengan perkara Nomor 403/Pdt.G/2025/PA.Btg, perkara Nomor 937/Pdt.G/2025/PA.Btg, perkara Nomor 965/Pdt.G/2025/PA.Btg, perkara Nomor 1005/Pdt.G/2025/PA.Btg, perkara Nomor 996/Pdt.G/2024/PA.Btg dan perkara Nomor 1533/Pdt.G/2025/PA.Btg. Sebagian proses mediasi mampu membantu memperbaiki komunikasi antara para pihak meskipun tidak seluruhnya berakhir dengan perdamaian, sedangkan sebagian perkara lainnya tidak berhasil mencapai kesepakatan karena konflik rumah tangga yang sudah berlangsung lama dan rendahnya keinginan berdamai dari para pihak.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Mediasi Elektronik, Perceraian, Pengadilan Agama Batang. | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4 Fikih, Fiqih, Fiqh, Hukum Islam 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 346.01 Domestic Relations, Family Law, Marriage/Hukum Keluarga, Hukum Pernikahan |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Prodi Hukum Keluarga Islam | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur Fasya | ||||||||
| Date Deposited: | 23 Jun 2026 03:45 | ||||||||
| Last Modified: | 23 Jun 2026 03:45 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/18653 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
