Nassani, M. Arzaqi (2026) Kontekstualisasi Hadis Larangan Membungkuk Perspektif Syuhudi Ismail. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
30222001_COVER_BAB I & V.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
30222001_FULL TEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
30222001_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Polemik mengenai praktik membungkuk sebagai bentuk penghormatan di lingkungan pesantren mengemuka setelah pemberitaan media yang menilai tradisi tersebut sebagai bentuk feodalisme. Di sisi lain, terdapat hadis Nabi riwayat Ibnu Majah No. 3702 yang secara tekstual melarang membungkukkan badan kepada sesama. Perbedaan antara pemahaman tekstual hadis dan realitas budaya masyarakat ini memunculkan kebutuhan untuk mengkaji makna hadis secara lebih komprehensif agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam memandang praktik penghormatan yang berkembang di masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna kontekstual hadis larangan membungkuk kepada sesama dengan menggunakan perspektif Syuhudi Ismail. Fokus kajian diarahkan pada upaya mengharmonisasikan teks hadis dengan praktik sosial budaya yang hidup di masyarakat, sehingga diperoleh pemahaman yang lebih proporsional dan tidak parsial dalam menilai suatu tradisi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis library research. Sumber data primer berupa hadis riwayat Ibnu Majah No. 3702, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan karya ilmiah yang relevan. Metode analisis yang digunakan adalah pendekatan tekstual dan kontekstual Syuhudi Ismail, yang meliputi analisis redaksi matan hadis, identifikasi konteks historis (asbab al-wurud), serta kontekstualisasi makna hadis dalam kehidupan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara tekstual hadis tersebut melarang praktik membungkuk sebagai bentuk penghormatan kepada sesama dan menganjurkan berjabat tangan sebagai alternatif. Namun, secara kontekstual, larangan tersebut dipahami sebagai upaya Nabi untuk menghindari bentuk penghormatan yang berlebihan yang menyerupai praktik feodal pada masa itu. Dengan demikian, hadis ini bersifat temporal dalam aspek praktik, namun memiliki nilai universal dalam menjaga kemurnian tauhid dan etika sosial. Tradisi membungkuk dalam budaya Jawa dan pesantren dapat dipahami sebagai ekspresi etika dan penghormatan yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam selama tidak mengandung unsur pengagungan berlebihan. Oleh karena itu, pendekatan kontekstual Syuhudi Ismail memberikan ruang bagi harmonisasi antara teks hadis dan realitas budaya masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Kontekstualisasi, Hadis, Larangan, Membungkuk, Syuhudi | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X2.1 Ilmu Hadits | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Prodi Ilmu Hadist | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur FUAD | ||||||||
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 03:57 | ||||||||
| Last Modified: | 06 Jul 2026 03:57 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/18748 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
