Pusgara, Rahmanisa Andilla (2026) Tinjauan Akad Ijarah al-a’mal terhadap Pelaksanaan Upah dengan Sistem Premi bagi Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Batang. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
10222057_Cover_Bab I dan Bab V.pdf Download (577kB) |
|
|
Text
10222057_Full Text.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
19 LAMPIRAN(3).pdf Restricted to Repository staff only Download (618kB) |
Abstract
Pemberian upah berupa premi kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) merupakan salah satu bentuk penghargaan atas keterlibatan mereka dalam kegiatan kerja produktif yang diselenggarakan melalui program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, produktivitas, dan kemandirian warga binaan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat. Pelaksanaan sistem premi dilakukan melalui program yang dikelola secara mandiri oleh Lembaga Pemasyarakatan maupun melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Dalam praktiknya, pada program kerja sama konveksi terjadi penyesuaian mekanisme pembagian premi dari ketentuan awal yang tercantum dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan upah dengan sistem premi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan pada program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Batang serta menganalisis kesesuaiannya berdasarkan akad Ijarah al-a’mal. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan sosiologis. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, staf kegiatan kerja, dan warga binaan. Data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, literatur, jurnal ilmiah, dan dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan sistem premi serta kesesuaiannya dengan ketentuan akad Ijarah al-'amal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan upah dengan sistem premi diberikan kepada warga binaan yang mengikuti kegiatan kerja produktif, seperti konveksi, pertanian, peternakan, tata boga, laundry, barbershop, dan kerajinan tangan. Pemberian premi pada program yang dikelola secara mandiri didasarkan pada pembagian hasil usaha, sedangkan pada program konveksi yang bekerja sama dengan DMA Collection dilakukan penyesuaian pembagian hasil dari ketentuan awal dalam PKS karena adanya kebutuhan biaya operasional. Ditinjau berdasarkan akad Ijarah al-a’mal, pelaksanaan sistem premi pada dasarnya telah memenuhi rukun akad Ijarah, yaitu adanya para pihak (al-'aqidain), objek akad (ma'qud 'alaih), ṣighat (kesepakatan), dan ujrah (upah), serta telah memenuhi sebagian besar syarat akad. Akan tetapi, penyampaian informasi mengenai mekanisme perhitungan dan penyesuaian besaran premi belum dipahami secara menyeluruh oleh seluruh warga binaan, sehingga aspek kejelasan ujrah dalam pelaksanaan akad Ijarah al-a’mal masih perlu ditingkatkan agar memberikan kepastian yang lebih baik terhadap hak warga binaan sebagai penerima upah. Kata Kunci: Ijarah al-A'mal, Ujrah, Sistem Premi, Warga Binaan Pemasyarakatan. ABSTRACT Rahmanisa Andilla Pusgara (10222057), 2026, A Review of the Ijarah al-A’mal Contract on the Implementation of Wages with a a Premium System for Correctional Inmates at Class IIB Batang Correctional Institution. Supervisor: Abdul Hamid, M.A. The provision of wages in the form of incentives to inmates (Warga Binaan Pemasyarakatan or WBP) constitutes a form of appreciation for their participation in productive work activities organized through the self-reliance development program at the correctional institution. This program aims to enhance inmates' skills, productivity, and independence as preparation for their reintegration into society. The incentive system is implemented through programs managed independently by the correctional institution as well as through partnerships with third parties. In practice, the garment production partnership program experienced an adjustment in the incentive distribution mechanism from the initial provisions stipulated in the Cooperation Agreement (Perjanjian Kerja Sama or PKS). This study aims to examine the implementation of the incentive-based wage system for inmates in the self-reliance development program at Class IIB Batang Correctional Institution and to analyze its conformity with the principles of the Ijarah al-a'mal contract. This study employed an empirical juridical method with a sociological approach. Primary data were obtained through interviews with the Head of the Work Activities Subsection, work activities staff, and inmates. Secondary data were collected from statutory regulations, literature, scientific journals, and documents relevant to the research. Data collection techniques consisted of interviews and documentation. The data were analyzed using a descriptive qualitative method through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing to obtain a comprehensive understanding of the implementation of the incentive system and its conformity with the provisions of the Ijarah al-a'mal contract. The results of the study indicate that incentive-based wages are provided to inmates participating in productive work activities, including garment production, agriculture, livestock farming, culinary services, laundry, barbershop services, and handicrafts. In independently managed programs, incentives are distributed based on profit-sharing, whereas in the garment production partnership with DMA Collection, the distribution mechanism was adjusted from the initial provisions of the Cooperation Agreement due to operational cost requirements. From the perspective of the Ijarah al-a'mal contract, the implementation of the incentive system has generally fulfilled the essential elements (arkan) of the contract, namely the contracting parties (al-'aqidain), the subject matter of the contract (ma'qud 'alaih), the contractual agreement (sighat), and the wage (ujrah), as well as most of the contractual requirements. However, information regarding the calculation mechanism and the adjustment of incentive amounts has not been fully understood by all inmates. Consequently, the aspect of clarity regarding ujrah in the implementation of the Ijarah al-a'mal contract still requires improvement to provide greater legal certainty concerning the inmates' rights as wage recipients. Keywords: Ijarah al-A’mal, Ujrah, Premium Wage System, Correctional Inmates.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Ijarah al-A'mal, Ujrah, Sistem Premi, Warga Binaan Pemasyarakatan. | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4.2 Muamalat, Muamalah 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 343.07 Regulation of Economic Activity/Regulasi Ekonomi, Peraturan Kegiatan Ekonomi, Hukum Industri |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Prodi Hukum Ekonomi Syariah | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur Fasya | ||||||||
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 06:48 | ||||||||
| Last Modified: | 08 Jul 2026 06:48 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/18840 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
