Tradisi Pembacaan Ataqah Kubro Perspektif Ulama Lokal Kecamatan Wonopringgo

Setyaninglisa, Kartika (2026) Tradisi Pembacaan Ataqah Kubro Perspektif Ulama Lokal Kecamatan Wonopringgo. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

[img] Text
30122034_COVER BAB 1 DAN BAB 5-DP.pdf

Download (1MB)
[img] Text
30122034_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text
30122034_FULL TEXT-B5-fix.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
Official URL: http://perpustakaan.uingusdur.ac.id/

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tradisi keagamaan Ataqah Kubro di Kecamatan Wonopringgo, yaitu praktik pembacaan Surat Al-Ikhlas sebanyak 124.000 kali sebagai bentuk tradisi permohonan ampunan dan keselamatan. Fenomena ini menarik untuk diteliti karena selain menjadi tradisi yang mengakar, terdapat keragaman sikap di kalangan ulama lokal dalam merespon praktik tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendalami pelaksanaan Ataqah Kubro di tengah masyarakat Wonopringgo serta memetakan perspektif ulama lokal terhadap tradisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memaknai pembacaan Surat Al-Ikhlas dalam tradisi Ataqah Kubro sebagai bentuk ikhtiar tradisi untuk memohon rahmat dan ampunan Allah Swt, bukan sebagai amalan yang secara langsung menghapus dosa. Pemaknaan tersebut selaras dengan penafsiran M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah yang menegaskan Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa (Aḥad), satu-satunya tempat bergantung (Aṣ-Ṣamad), serta Dzat Yang Maha Sempurna. Oleh karena itu, pembacaan Surat Al-Ikhlas dipahami sebagai wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allah, sedangkan rahmat dan ampunan diyakini sepenuhnya berasal dari Allah Swt. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi Ataqah Kubro merupakan bentuk resepsi masyarakat terhadap kandungan Surat Al-Ikhlas yang diwujudkan melalui praktik pembacaan surat tersebut sebagai sarana memohon ampunan kepada Allah Swt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Ataqah Kubro di Kecamatan Wonopringgo terbagi dalam dua bentuk utama. Pertama, sebagai kegiatan pengajian rutin mingguan bagi masyarakat. Kedua, sebagai tradisi yang dilakukan oleh jamaah dan sanak saudara bagi seseorang telah meninggal dunia. Praktik ini didasari oleh keyakinan teologis yang kuat bahwa bacaan tersebut diniatkan untuk "memerdekakan" ahli kubur atau individu yang bersangkutan dari siksa kubur dan api neraka. Penelitian ini mengungkap adanya berbagai perspektif di kalangan ulama lokal Wonopringgo. Kelompok ulama yang menerima memandang Ataqah sebagai sarana taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah. Di sisi lain, muncul sikap resistensi dari sebagian ulama lainnya yang tidak dilaksanakan secara terbuka melainkan melalui mekanisme public transcript dan hidden transcript. Ulama dalam kategori public transcript cenderung bersikap pasif, mereka pernah melaksanakan namun tidak menjadikannya rutinitas karena pemahaman yang belum mendalam. Sementara itu, ulama dengan kategori hidden transcript menunjukkan sikap hati-hati dengan memilih untuk tidak aktif menjalankan tradisi ini sebagai bentuk upaya menjaga kemurnian pemahaman agama tanpa menimbulkan konflik sosial secara langsung. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi Ataqah Kubro bukan sekadar tradisi, melainkan Interaksi sosial masyarakat dalam membentuk identitas keagamaan.

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Supervisor:
ContributionSupervisorNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorNgaisah, Zulaikhah Fitri NurUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Ataqah Kubro, Surat Al-Ikhlas, Resepsi Al-Qur'an, Resistensi
Subjects: 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X2.1 Ilmu Hadits
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Prodi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
Depositing User: UIN Gus Dur FUAD
Date Deposited: 16 Jul 2026 07:28
Last Modified: 16 Jul 2026 07:28
URI: http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/19264

Actions (login required)

View Item View Item