Nasikha, Aisyah Ilma (2026) MAKNA SOSIAL DAN ISLAMI TRADISI SYAWALAN MEGONO DI DESA LINGGOASRI KECAMATAN KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN. Undergraduate Thesis thesis, UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
20122094_Bab I & Bab V.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
20122094_Full Text.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
20122094_Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Tradisi Syawalan Megono merupakan salah satu tradisi masyarakat Kabupaten Pekalongan yang dilaksanakan di Desa Linggoasri, Kecamatan Kajen. Tradisi ini menjadi bagian warisan budaya lokal yang mengandung nilai sosial dan Islami yang diwariskan antargenerasi. Namun, di tengah modernisasi, terjadi pergeseran pemaknaan tradisi yang cenderung dipandang sekadar kegiatan seremonial tahunan. Selain itu, perubahan konsep pelaksanaan dari “Syawalan Gunungan Megono” menjadi “Harmony Syawalan Megono” menghadirkan dinamika baru yang menarik untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan Tradisi Syawalan Megono, menganalisis makna sosial, serta mengkaji makna Islami di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis etnografi, dengan sumber data primer dan sekunder. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan informan dari Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten, perangkat desa, tokoh adat, tokoh agama, panitia pelaksana, masyarakat, dan generasi muda Desa Linggoasri. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu, sedangkan analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pelaksanaan tradisi melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang melibatkan pemerintah desa, panitia, dan masyarakat secara gotong royong; (2) tradisi mengandung makna sosial berupa gotong royong, partisipasi sosial, identitas budaya, dan nilai ekonomi sosial; serta (3) tradisi mengandung makna Islami berupa rasa syukur, doa dan tawakal, sedekah, silaturahmi, dan toleransi antarumat beragama. Perubahan menjadi “Harmony Syawalan Megono” tidak menghilangkan esensi tradisi, melainkan memperkuat ketertiban, pemerataan pembagian megono, dan keharmonisan masyarakat. Dengan demikian, tradisi ini berfungsi sebagai warisan budaya sekaligus media internalisasi nilai sosial dan Islami yang relevan dalam kehidupan bermasyarakat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan dalam upaya pelestarian Tradisi Syawalan Megono serta berkontribusi terhadap penguatan pendidikan karakter Islam yang kontekstual berbasis budaya lokal.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Tradisi Syawalan Megono, Makna Sosial, Makna Islami, Etnografi. | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X7.3 Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Islam, Sekolah Islam 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 370 Education (Pendidikan) > 370 Education/Pendidikan |
||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur Ftik | ||||||||
| Date Deposited: | 17 Jul 2026 07:56 | ||||||||
| Last Modified: | 20 Jul 2026 01:13 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/19438 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
