QOMARIYAH, AFIFAH (2026) Kritik Fatima Mernissi Terhadap Hadis Misoginis Perempuan Sebagai Sumber Fitnah Dan Implikasinya Terhadap Relasi Suami Istri Dalam Rumah Tangga. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
10122125_Bab I & Bab V_.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
10122125_Lampiran_.pdf Restricted to Repository staff only Download (156kB) |
|
|
Text
10122125_Full Text_.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Hadis tentang perempuan sebagai sumber fitnah sering dipahami secara tekstual sehingga memunculkan penafsiran yang berpotensi melanggengkan bias patriarki dan memengaruhi relasi suami istri dalam kehidupan keluarga Muslim. Pemahaman tersebut mendorong perlunya kajian yang lebih kritis dan kontekstual terhadap hadis-hadis tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kritik Fatima Mernissi terhadap hadis-hadis yang menggambarkan perempuan sebagai sumber fitnah serta menganalisis implikasi pemikirannya terhadap relasi suami istri dalam rumah tangga. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode deskriptif-analitis. Sumber data terdiri atas data primer berupa karya-karya Fatima Mernissi dan literatur hadis yang relevan, serta data sekunder berupa buku, jurnal, skripsi, dan literatur pendukung lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan content analysis yang dipadukan dengan analisis deskriptif-analitis. Analisis dilakukan melalui kritik sanad, kritik matan, serta pendekatan historis dan kontekstual terhadap hadis yang menjadi objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fatima Mernissi tidak menolak hadis sebagai sumber hukum Islam, tetapi mengkritik pemahaman yang bersifat tekstual dan dipengaruhi oleh budaya patriarki. Menurutnya, hadis tentang perempuan sebagai sumber fitnah harus dipahami berdasarkan konteks historis, sosial, dan politik yang melatarbelakangi kemunculannya sehingga istilah fitnah tidak dimaknai sebagai legitimasi bahwa perempuan merupakan sumber keburukan. Pemikiran Mernissi menegaskan bahwa hadis tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menempatkan perempuan pada posisi yang lebih rendah ataupun membenarkan dominasi laki-laki dalam keluarga. Implikasi pemikirannya terhadap relasi suami istri menunjukkan pentingnya membangun hubungan keluarga berdasarkan prinsip mu'asyarah bi al-ma'ruf, keadilan, kemitraan, serta keseimbangan hak dan kewajiban. Dengan demikian, pemikiran Fatima Mernissi tetap relevan dalam menghadirkan pemahaman hadis yang lebih kontekstual serta mendukung terwujudnya keluarga yang sakinah, mawaddah, dan raḥmah sesuai dengan tujuan hukum perkawinan Islam.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Fatima Mernissi, hadis misoginis, perempuan sebagai fitnah, relasi suami istri, mu'asyarah bi al-ma'ruf. | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4 Fikih, Fiqih, Fiqh, Hukum Islam 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 346.01 Domestic Relations, Family Law, Marriage/Hukum Keluarga, Hukum Pernikahan |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Prodi Hukum Keluarga Islam | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur Fasya | ||||||||
| Date Deposited: | 20 Jul 2026 07:01 | ||||||||
| Last Modified: | 20 Jul 2026 07:01 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/19824 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
