OKTAVIYANI, TRI (2026) PERGESERAN PERAN PENCARI NAFKAH DALAM KELUARGA BURUH KONVEKSI PERSPEKTIF MAQĀṢIDAL-SYARĪ‘AH (STUDI KASUS DI KECAMATAN TIRTOKABUPATEN PEKALONGAN). Undergraduate Thesis thesis, UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
10122029_Bab I dan Bab V.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
10122029_Full Text.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
10122029_Lampiran.pdf Download (1MB) |
Abstract
Fenomena pergeseran peran pencari nafkah dalam keluarga, di mana istri atau ibu rumah tangga menjadi tulang punggung keluarga, semakin banyak ditemukan dalam masyarakat akibat kondisi ekonomi, kesehatan, dan keterbatasan pekerjaan suami. Di Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, khususnya Desa Pandanarum, Karanganyar, dan Ngalian, terdapat ibu rumah tangga yang berperan sebagai pencari nafkah utama karena suami mengalami sakit, pengangguran, pensiun, terbatasnya pekerjaan, hingga dampak persaingan usaha terhadap ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik pergeseran peran ibu rumah tangga sebagai pencari nafkah dalam keluarga serta menganalisisnya berdasarkan perspektif Hukum Keluarga Islam dengan pendekatan maqāṣid al�syarī’ah, serta didukung oleh ketentuan Hukum Positif Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik dalam pengembangan kajian Hukum Keluarga Islam serta menjadi referensi mengenai dinamika pembagian peran dalam keluarga muslim.Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan ibu rumah tangga, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Desa Pandanarum, Karanganyar, dan Ngalian, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Data sekunder diperoleh dari Kompilasi Hukum Islam (KHI), Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan beserta perubahannya, buku, jurnal, serta sumber lain yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode deskriptif analitis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran peran pencari nafkah dalam keluarga terjadi karena faktor ekonomi, sakitnya suami, minimnya pendapatan, pengangguran, pensiun, dan dampak persaingan usaha. Meskipun istri menjadi pencari nafkah utama, suami tetap dipandang sebagai kepala keluarga dan hubungan rumah tangga dijalankan melalui kerja sama, musyawarah, serta saling membantu dalam pekerjaan domestik. Dalam perspektif Hukum Keluarga Islam dan hukum positif, kewajiban nafkah tetap berada pada suami, namun keterlibatan istri dalam mencari nafkah diperbolehkan demi kemaslahatan keluarga. Perspektif maqāṣid al-syarī’ah menunjukkan bahwa praktik tersebut merupakan bentuk upaya menjaga keberlangsungan dan kesejahteraan keluarga.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | ibu rumah tangga, tulang punggung keluarga, nafkah keluarga, Hukum Keluarga Islam, maqāṣid al-syarī‘ah. | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4 Fikih, Fiqih, Fiqh, Hukum Islam 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 346.01 Domestic Relations, Family Law, Marriage/Hukum Keluarga, Hukum Pernikahan |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Prodi Hukum Keluarga Islam | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur Fasya | ||||||||
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 06:34 | ||||||||
| Last Modified: | 21 Jul 2026 06:34 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/19863 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
