Makna Tari Kuntulan Bagi Masyarakat Muslim Di Desa Plakaran : Analisis Interaksionisme Simbolik

Wibowo, Adhi Satria (2026) Makna Tari Kuntulan Bagi Masyarakat Muslim Di Desa Plakaran : Analisis Interaksionisme Simbolik. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

[img] Text
3421073_COVER, BAB I & BAB V.pdf

Download (782kB)
[img] Text
3421073_FULL TEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
3421073_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (442kB)
Official URL: https://perpustakaan.uingusdur.ac.id/

Abstract

Tari Kuntulan merupakan salah satu kesenian tradisional yang berkembang di Desa Plakaran, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, dengan memadukan unsur gerak, kostum, dan syair keagamaan yang mencerminkan akulturasi antara budaya lokal dan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses interaksi sosial yang terjadi dalam kesenian Tari Kuntulan di masyarakat muslim Desa Plakaran, serta bagaimana makna Tari Kuntulan terbentuk dari proses interaksi sosial tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teori Interaksionisme Simbolik yang dikembangkan oleh Herbert Blumer, yang bertumpu pada tiga premis utama yang dikonsepkan melalui makna (meaning), bahasa atau simbol (language), dan pemikiran (thought). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi simbolik dalam Tari Kuntulan berlangsung melalui berbagai ruang sosial, mulai dari proses latihan, peran pelatih sebagai figur sentral, interaksi antar penari, hingga interaksi antara pelaku dan masyarakat saat pertunjukan berlangsung. Melalui proses interaksi tersebut, masyarakat muslim Desa Plakaran memaknai Tari Kuntulan sebagai sarana hiburan, media religius melalui pembacaan syair sholawat, serta sebagai wadah yang mempererat kebersamaan sosial. Makna tersebut dikomunikasikan melalui simbol-simbol yang terkandung dalam gerak, kostum, dan syair, yang masing-masing ditafsirkan secara berbeda oleh setiap individu sesuai posisi sosial dan pengalamannya. Penelitian ini juga menemukan bahwa makna Tari Kuntulan tidak bersifat statis, melainkan terus mengalami penyesuaian seiring perkembangan zaman, namun tetap mempertahankan esensi nilai-nilai religius dan kebersamaan yang menjadi identitas budaya masyarakat muslim Desa Plakaran.

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Supervisor:
ContributionSupervisorNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorHidayatullah, AhmadUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Tari Kuntulan, Interaksionisme Simbolik, Makna, Masyarakat Muslim, Desa Plakaran
Subjects: 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X7.5 Pers dan Media Massa Islam
300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 300 Sociology and Anthropology(Sosiologi dan Antropologi) > 302.2 Communication/Komunikasi
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Prodi Komunikasi Penyiaran Islam
Depositing User: UIN Gus Dur FUAD
Date Deposited: 20 Jul 2026 08:00
Last Modified: 20 Jul 2026 08:00
URI: http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/19889

Actions (login required)

View Item View Item