Pemenuhan Nafkah Anak Pasca Perceraian Di Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang

Aola, Jihan Rifatul (2026) Pemenuhan Nafkah Anak Pasca Perceraian Di Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

[img] Text
10122063_Bab I dan Bab V.pdf

Download (1MB)
[img] Text
10122063_Full Text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[img] Text
10122063_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
Official URL: http://perpustakaan.uingusdur.ac.id

Abstract

Pemenuhan nafkah anak pasca perceraian merupakan kewajiban yang tetap melekat pada ayah meskipun hubungan perkawinan telah berakhir. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kasus tidak terpenuhinya nafkah anak sehingga hak-hak anak pasca perceraian tidak terlindungi. Fenomena tersebut juga ditemukan di Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemenuhan nafkah anak pasca perceraian di Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang serta menganalisisnya dalam perspektif hukum Islam. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian hukum keluarga Islam serta menjadi bahan informasi bagi masyarakat mengenai hak anak dan kewajiban orang tua pasca perceraian. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris (field research) dengan pendekatan yuridis empiris dan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang yang difokuskan pada Desa Kabunan, Desa Jebed Utara, dan Desa Pedurungan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan 14 informan yang terdiri atas 6 informan utama, 3 informan tambahan (pihak ayah) dan 5 informan pendukung. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan nafkah anak pasca perceraian di Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang secara umum belum berjalan secara optimal. Dari enam informan yang diteliti, empat informan tidak menerima nafkah dari ayah kandung anak sama sekali, satu informan menerima nafkah secara tidak rutin dan tidak mencukupi kebutuhan anak, sedangkan satu informan menerima nafkah secara rutin setelah beberapa tahun pasca perceraian. Faktor-faktor yang melatarbelakangi kondisi tersebut antara lain ketidakmauan ayah dalam memenuhi kewajiban, pernikahan kembali ayah, konflik antara mantan suami dan istri pasca perceraian, rendahnya kesadaran hukum, serta lemahnya mekanisme pengawasan dan penegakan hukum. Dalam perspektif hukum Islam, kondisi tersebut secara umum belum sesuai dengan ketentuan syariat Islam karena kewajiban nafkah anak bersumber dari hubungan nasab yang tidak terputus akibat perceraian. Oleh karena itu, ayah tetap berkewajiban memenuhi nafkah anak dan pengabaian terhadap kewajiban tersebut menunjukkan tidak terlaksananya kewajiban yang melekat padanya sebagai orang tua.

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Supervisor:
ContributionSupervisorNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorMuhtarom, AliUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Nafkah Anak, Perceraian, Hukum Islam, Hak Anak
Subjects: 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4 Fikih, Fiqih, Fiqh, Hukum Islam
300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 346.01 Domestic Relations, Family Law, Marriage/Hukum Keluarga, Hukum Pernikahan
Divisions: Fakultas Syariah > Prodi Hukum Keluarga Islam
Depositing User: UIN Gus Dur Fasya
Date Deposited: 20 Jul 2026 02:26
Last Modified: 20 Jul 2026 02:26
URI: http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/19929

Actions (login required)

View Item View Item