Pembagian harta waris sebelum pewaris meninggal dunia merupakan fenomena yang lazim dan telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Desa Kauman, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang

DINI, RIVANA NUGRAH (2026) Pembagian harta waris sebelum pewaris meninggal dunia merupakan fenomena yang lazim dan telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Desa Kauman, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

[img] Text
10122004_Bab I & Bab V_.pdf

Download (1MB)
[img] Text
10122004_Full Text_.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
10122004_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
Official URL: http://perpustakaan.uingusdur.ac.id/

Abstract

Meskipun mayoritas penduduk beragama Islam dan secara normatif memiliki landasan kuat untuk menerapkan hukum waris Islam, dalam praktiknya pembagian harta justru dilakukan oleh orang tua kepada anak-anaknya sebagai calon ahli waris dengan menggunakan istilah lokal "hibah", meskipun secara substansi tujuan dan mekanismenya menyerupai proses pembagian warisan tanpa mengacu pada sistem faraidh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik pembagian harta warisan pra-kematian di Desa Kauman, mengetahui persepsi ahli waris terhadap keadilan pembagian tersebut, serta menganalisis penerapan prinsip sadd al- żari’ah sebagai pendekatan preventif terhadap potensi konflik yang muncul dari praktik tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan kajian hukum kewarisan Islam, khususnya terkait praktik hibah pra kematian, serta memberikan kontribusi praktis berupa masukan bagi masyarakat dan tokoh agama dalam upaya pencegahan konflik keluarga akibat pembagian harta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan sebagai pisau analisis adalah teori sadd al- żari’ah dan teori konflik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap informan yang terdiri dari pewaris, ahli waris, tokoh masyarakat, dan tokoh agama di Desa Kauman. Hasil penelitian menunjukkan dua pola pembagian harta, yaitu pembagian secara sama rata dan pembagian berdasarkan kondisi serta kebutuhan ahli waris. Persepsi ahli waris terhadap pembagian tersebut terbagi menjadi tiga, yakni menerima, belum sepenuhnya menerima, dan tidak puas. Perbedaan persepsi ini dipengaruhi oleh perbedaan pemaknaan keadilan, antara keadilan berdasarkan kebutuhan menurut pewaris dan keadilan berdasarkan kesetaraan atau ketentuan faraidh menurut sebagian ahli waris, sehingga memunculkan potensi konflik laten. Berdasarkan analisis sadd al- żari’ah, praktik ini bersifat ambivalen karena mengandung maslahat berupa pencegahan konflik dan kejelasan kepemilikan harta, tetapi juga berpotensi menimbulkan mafsadat berupa penyimpangan dari faraidh, konflik antarahli waris, dan lemahnya kepastian hukum.

Item Type: Thesis (Undergraduate Thesis)
Supervisor:
ContributionSupervisorNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorYusron, MuhammadUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Konflik, Pembagian Waris, Sadd Al- Żari’ah
Subjects: 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4 Fikih, Fiqih, Fiqh, Hukum Islam
300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 346.01 Domestic Relations, Family Law, Marriage/Hukum Keluarga, Hukum Pernikahan
Divisions: Fakultas Syariah > Prodi Hukum Keluarga Islam
Depositing User: UIN Gus Dur Fasya
Date Deposited: 21 Jul 2026 02:52
Last Modified: 21 Jul 2026 02:52
URI: http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/19991

Actions (login required)

View Item View Item