Ma’sumah, Lulu’ (2026) Sa'adah Dalam Perspektif Al-Qur'an (Studi Komparatif Tafsir Kebahagiaan Karya Jalaluddin Rakhmat dan Tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama Republik Indonesia). Undergraduate Thesis thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
3119070_Bab I dan Bab V.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
3119070_Full Text.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
3119070_Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (463kB) |
Abstract
Kebahagiaan Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beragamnya pemahaman mengenai kebahagiaan yang pada umumnya lebih berorientasi pada aspek material dan kesenangan duniawi, sementara Al-Qur'an menawarkan kebahagiaan yang lebih mendalam dan bersifat hakiki melalui istilah sa'adah. Dalam Al-Qur'an, derivasi kata sa'adah secara eksplisit hanya ditemukan dalam QS. Hūd ayat 105 dan 108. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna sa'adah dalam QS. Hūd ayat 105 dan 108, menganalisis penafsiran Jalaluddin Rakhmat dalam Tafsir Kebahagiaan dan Tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama Republik Indonesia terhadap ayat tersebut, serta mengetahui persamaan dan perbedaan penafsiran keduanya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh dari Tafsir Kebahagiaan karya Jalaluddin Rakhmat dan Tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama Republik Indonesia, sedangkan data sekunder berasal dari buku, jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan metode tafsir muqāran (komparatif). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sa'adah dalam QS. Hūd ayat 105 dan 108 merupakan kebahagiaan hakiki yang bersifat eskatologis dan berkaitan dengan keselamatan serta keberuntungan manusia di akhirat. Jalaluddin Rakhmat menafsirkan sa'adah sebagai kondisi spiritual yang lahir dari kedekatan manusia dengan Allah SWT dan mencapai kesempurnaannya dalam kehidupan surga, sehingga kebahagiaan dipandang sebagai proses transformasi batin yang dimulai sejak di dunia. Sementara itu, Tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama Republik Indonesia memaknai sa'adah sebagai balasan Allah kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh yang diwujudkan dalam kebahagiaan surga yang kekal. Persamaan kedua tafsir terletak pada pemahaman bahwa sa'adah merupakan kebahagiaan hakiki yang bersumber dari Allah dan berkaitan dengan iman serta amal saleh. Adapun perbedaannya terletak pada penekanan penafsiran, di mana Jalaluddin Rakhmat lebih menonjolkan dimensi psikologis-spiritual, sedangkan Tafsir Kementerian Agama Republik Indonesia lebih menekankan aspek normatif-teologis dan konsekuensi amal manusia di akhirat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Sa'adah, Kebahagiaan, Tafsir Kebahagiaan, Tafsir Kementerian Agama RI, Tafsir Muqāran. | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X2.1 Ilmu Hadits | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Prodi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur FUAD | ||||||||
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 02:05 | ||||||||
| Last Modified: | 22 Jul 2026 02:05 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/20044 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
