Urgensi Tes Dna Dalam Penetapan Nasab Dan Wali Anak Perempuan (Studi Kasus Di Pengadilan Agama Kabupaten Madiun)

Mahrus, Ahmad (2026) Urgensi Tes Dna Dalam Penetapan Nasab Dan Wali Anak Perempuan (Studi Kasus Di Pengadilan Agama Kabupaten Madiun). Masters thesis, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

[img] Text
50123013 - Bab I dan Bab VII.pdf

Download (3MB)
[img] Text
50123013 - Full Text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[img] Text
50123013 - Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (722kB)
Official URL: http://perpustakaan.uingusdur.ac.id/

Abstract

Tes Deoxyribonucleic Acid (DNA) adalah salah satu alat bukti ilmiah dengan tingkat akurasi tinggi dalam mengidentifikasi hubungan biologis seseorang, berkat kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Mengingat bahwa hukum acara perdata Islam masih mengikuti proses pembuktian tradisional, penggunaan tes DNA dalam kasus penentuan nasab di Pengadilan Agama menimbulkan kekhawatiran hukum tentang ketepatannya. Selain itu, penentuan garis keturunan anak tidak hanya mempengaruhi pengakuan hubungan biologis tetapi juga sejumlah hak-hak keperdataan, seperti pemilihan wali nikah untuk perempuan. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji, dari sudut pandang maqaṣid al-syari’ah, urgensi tes DNA untuk menentukan nasab dan wali anak perempuan di Pengadilan Agama Kabupaten Madiun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kasus (case approach). Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara dengan hakim Pengadilan Agama Kabupaten Madiun dan studi dokumentasi terhadap Putusan Nomor 0117/Pdt.P/2017/PA.Kab.Mn, 0022/Pdt.P/2019/PA.Kab.Mn, dan 42/Pdt.P/2019/PA.Kab.Mn. Dengan menghubungkan fakta empiris, pertimbangan hukum, dan gagasan maqaṣid al-syari’ah, data yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif menggunakan metodologi analisis deskriptif. Temuan studi menunjukkan bahwa penggunaan tes DNA oleh Pengadilan Agama Kabupaten Madiun untuk penentuan garis keturunan memiliki urgensi yang kontekstual. Tes DNA bersifat absolut ketika bukti konvensional tidak dapat memberikan keyakinan yang cukup kepada hakim tentang hubungan biologis antara pihak-pihak tersebut, meskipun tidak diwajibkan untuk digunakan dalam setiap kasus penentuan garis keturunan. Perlindungan hak keperdataan anak, seperti hak diketahui identitasnya, hak untuk perlindungan, hak keluarga, hak waris, dan hak memperoleh wali nikah yang sah untuk perempuan, juga dipengaruhi oleh penentuan nasab. Namun, sebagaimana diatur dalam hukum Islam, hasil tes DNA yang menetapkan hubungan biologis tidak secara otomatis memberikan wewenang kepada ayah biologis untuk menjadi wali nikah. Berdasarkan Analisis maqaṣid al-syari’ah, penggunaan hasil tes DNA adalah sarana untuk mendapatkan pemeliharaan keturunan (hifz al-nasl), pemeliharaan jiwa (hifz al-nafs), dan pemeliharaan harta (hifz al-mal). Penelitian ini mengidentifikasi tiga faktor kunci yang menentukan urgensi penggunaan tes DNA dalam kasus penentuan nasab, yakni: kompleksitas fakta hukum, kebutuhan akan bukti ilmiah, dan beratnya konsekuensi hukum.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor:
ContributionSupervisorNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorRohayana, Ade Dedi197101151998031005UNSPECIFIED
Thesis advisorRohman, Taufiqur198210012023211016UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Maqasid al-Syari’ah, Tes DNA, Penetapan Nasab, Wali Nikah
Subjects: 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4.3 Hukum Keluarga, Hukum Perkawinan, Hukum Pernikahan Menurut Islam, Munakahat
300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 346.01 Domestic Relations, Family Law, Marriage/Hukum Keluarga, Hukum Pernikahan
Divisions: Pascasarjana > Magister Hukum Keluarga
Depositing User: UIN Gus Dur Pascasarjana
Date Deposited: 20 Aug 2026 06:43
Last Modified: 20 Aug 2026 06:43
URI: http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/20271

Actions (login required)

View Item View Item