Sakinah, Intan (2019) Pola kemitraan peternak ayam broiler di Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan dalam perspektif ekonomi islam (Suatu tinjauan menurut taqiyyudin an-nabhani). Undergraduate Thesis thesis, IAIN Pekalongan.
Text
Bab I - V.pdf Download (12MB) |
|
Text
Full Teks.pdf Restricted to Registered users only Download (15MB) |
Abstract
Pelaksanaan pola kemitraan usaha peternakan ayam broiler di Kecamatan Talun melibatkan perusahaan besar sebagai inti yaitu PT. Charoen Pokphand. Kemitraan atau kerjasama tersebut biasanya dalam bentuk kontrak, di mana peternak sebagai plasma menjalin kerjasama dengan perusahaan inti yang mana dari awal kegiatan bisnis dilakuan kontrak harga ayam per satuan Kg. Sistem kemitraan tersebut menurut Taqiyyudin An-Nabhani dinamakan syirkah mudharabah. Dalam penelitian ini, rumusan masalah yang diajukan antara lain bagaimana pola kemitraan peternak ayam broiler di Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan? Dan bagaimana pola kemitraan peternak ayam broiler di Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan dalam perspektif ekonomi Islam (suatu tinjauan menurut Taqiyyudin An-Nabhani)? Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research). Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Metode penelitiannya menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Terdiri dari sumber data primer dan sekunder. Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam analisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan mengambil kesimpulan dan verifikasi”. Hasil penelitian ini yaitu bahwa pola kemitraan peternak ayam broiler di Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan yaitu dengan bekerja sama dengan beberapa perusahaan kemitraan (inti plasma) dan hanya sedikit yang bermitra dengan pedagang pengumpul (bakul) atau kemitraan mandiri. Pola kemitraan peternak ayam broiler di Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan dalam perspektif ekonomi Islam (suatu tinjauan menurut Taqiyyudin An-Nabhani) yaitu (1) Pola kemitraan inti plasma disebut dengan istilah perseroan (syirkah). Taqyuddin An-Nabhani menyebut istilah kemitraan inti plasma dengan istilah perseroan “mudlarabah”. (2) Pola kemitraan mandiri (bekerja sama dengan bakul) yaitu Islam telah membolehkan kepemilikan pribadi (private property). Namun, Islam menentukan bagaimana cara memilikinya. Islam juga telah memberikan izin kepada individu untuk mengelola harta yang menjadi hak miliknya, namun Islam telah menentukan bagaimana cara mengelolanya.
Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Supervisor: |
|
||||||||
Uncontrolled Keywords: | Pola Kemitraan, Taqiyyudin An- nabhani, Kecamata Talun | ||||||||
Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X6.3 Ekonomi Islam, Sistem Ekonomi Islam 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 330 Economics (Ilmu Ekonomi) > 330 Economics/Ilmu Ekonomi |
||||||||
Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Prodi Ekonomi Syariah | ||||||||
Depositing User: | Ridho Aji Anggana | ||||||||
Date Deposited: | 06 Aug 2021 04:02 | ||||||||
Last Modified: | 06 Aug 2021 04:02 | ||||||||
URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/2224 |
Actions (login required)
View Item |