Nadzim, M. Ibnu (2022) Pemahaman Masyarakat Tentang Şighat Talak (Studi Kasus di Desa Tegalontar Kecamatan Sragi). Undergraduate Thesis thesis, Institut Agama Islam Negeri Pekalongan.
Text
1118150-Bab1&5.pdf Download (1MB) |
|
Text
1118150 -Fulltext.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Perkawinan merupakan perwujudan dalam membina keluarga yang diharapkan memperoleh kesejahteraan, dan dihiasi kasih sayang. Dalam berumah tangga tidak terlepas dari permasalahan yang menimbulkan pertengkaran yang berakibat perceraian. Perceraian dapat terjadi salah satunya melalui cerai talak. Cerai talak merupakan hak cerai mutlak yang diberikan kepada suami sebagaimana dalam hukum Islam dan hukum positif. Melihat fakta yang ada di desa Tegalontar ada beberapa masyarakat yang pernah melakukan talak terhadap istrinya yang tidak tahu menahu konsekuensi dari perbuatan tersebut serta masyarakat yang meninggalkan istrinya begitu saja tanpa memperhatikan hak dan kewajiban sebagai suami. Hal ini menimbulkan masalah yaitu melawan hukum yang ada yakni hukum islam dan hukum positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman masyarakat Desa Tegalontar tentang şighat talak dan mengetahui implikasi hukum pasca pengucapan talak masyarakat Desa Tegalontar dalam perspektif hukum positif dan hukum islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian field research. Sumber data yang digunakan ialah sumber data primer dari penelitian ini adalah tokoh masyarakat dan masyarakat desa Tegalontar, dan juga dengan menggunakan sumber data sekunder data dan informasi yang diperoleh dari hasil penelitian, bahan-bahan pustaka, hasil penelitian terdahulu, jurnal ilmiah dan data yang mendukung tentang pemahaman pengucapan talak. Sedangkan analis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, Masyarakat Desa Tegalontar dapat disimpulkan mayoritas paham tentang şighat talak yaitu 60% dari 10 informan yang diwawancarai. Kedua, masyarakat yang mengucapkan talak pada istrinya kapan dan dimanapun dalam hukum Islam adalah sah. Berbeda dengan hukum positif yang ada di Indonesia yang mengharuskan perceraian termasuk talak harus dilakukan di depan Pengadilan. Ketiga, masyarakat yang melakukan perceraian talak dan sah talaknya mempunyai akibat hukum dalam hukum islam dan hukum positif diantaranya: a) Harta bersama b) Pengasuhan anak c) Hak mut’ah atas mantan istri yang tidak terpenuhi.
Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Supervisor: |
|
||||||||
Uncontrolled Keywords: | Pemahaman, Şighat, Talak | ||||||||
Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4.3 Hukum Keluarga, Hukum Perkawinan, Hukum Pernikahan Menurut Islam, Munakahat 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 346.01 Domestic Relations, Family Law, Marriage/Hukum Keluarga, Hukum Pernikahan |
||||||||
Divisions: | Fakultas Syariah > Prodi Hukum Keluarga Islam | ||||||||
Depositing User: | Ridho Aji Anggana | ||||||||
Date Deposited: | 14 Mar 2024 04:04 | ||||||||
Last Modified: | 14 Mar 2024 04:04 | ||||||||
URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/7423 |
Actions (login required)
View Item |