AGUSTINA, RENI (2026) KETIMPANGAN GENDER POLA RELASI SUAMI ISTRI DALAM RUMAH TANGGA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI DI KECAMATAN PEKALONGAN BARAT). Undergraduate Thesis thesis, UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
|
Text
10122008_BAB 1 DAN BAB 5.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
10122008_FULL TEXT.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
10122008_LAMPIRAN.pdf Download (912kB) |
Abstract
Pergeseran pola relasi suami istri dalam rumah tangga memunculkan fenomena ketimpangan gender, khususnya ketika istri berperan sebagai pencari nafkah utama, sedangkan suami tidak menjalankan kewajiban nafkah secara optimal. Kondisi tersebut berdampak pada pembagian tanggung jawab ekonomi, pekerjaan domestik, serta pengambilan keputusan dalam keluarga sehingga beban rumah tangga lebih banyak dipikul oleh istri. Fenomena ini menunjukkan bahwa relasi suami istri tidak selalu berjalan secara adil dan seimbang sebagaimana prinsip yang diajarkan dalam hukum Islam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk ketimpangan gender dalam pola relasi suami istri di Kecamatan Pekalongan Barat serta menganalisisnya berdasarkan perspektif hukum Islam. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan di Kecamatan Pekalongan Barat. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tiga pasangan suami istri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, sedangkan data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, Kompilasi Hukum Islam, buku, jurnal, dan literatur yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan mengacu pada Teori Moral Foundation dan Teori Mubadalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran peran ekonomi dalam keluarga yang ditandai dengan istri sebagai pencari nafkah utama tidak secara otomatis dapat dikategorikan sebagai bentuk ketimpangan gender. Berdasarkan Teori Mubadalah, kondisi tersebut dapat dibenarkan sepanjang didasarkan pada prinsip kesalingan, kesepakatan, keadilan, dan tanggung jawab bersama. Ketimpangan gender terjadi apabila pembagian peran menimbulkan beban sepihak, pengabaian tanggung jawab, serta tidak terciptanya relasi yang adil antara suami dan istri. Oleh karena itu, relasi suami istri dalam hukum Islam hendaknya dibangun atas prinsip kepedulian, keadilan, kerja sama, tanggung jawab, dan kesalingan guna mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. dan kewajiban masing-masing dapat dilaksanakan secara proporsional untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate Thesis) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Supervisor: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Ketimpangan Gender, Pola Relasi Suami Istri, Hukum Islam, Moral Foundation, Mubadalah. | ||||||||
| Subjects: | 200 RELIGION (AGAMA) > 2X0 ISLAM UMUM > 2X4 Fikih, Fiqih, Fiqh, Hukum Islam 300 SOCIAL SCIENCE ( ILMU SOSIAL ) > 340 Law (Ilmu Hukum) > 346.01 Domestic Relations, Family Law, Marriage/Hukum Keluarga, Hukum Pernikahan |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah > Prodi Hukum Keluarga Islam | ||||||||
| Depositing User: | UIN Gus Dur Fasya | ||||||||
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 06:33 | ||||||||
| Last Modified: | 21 Jul 2026 06:33 | ||||||||
| URI: | http://etheses.uingusdur.ac.id/id/eprint/19861 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
